Archive for Sistem Operasi

Sistem Operasi

Manajemen File

Manajemen file adalah hal yang sangat penting di linux, mengingat linux menganggap hampir semua hal adalah file. Harddisk anda secara sederhana hanyalah file bagi linux. Oleh karena itu, menghapus file harddisk berarti anda tidak akan bisa mengakses lagi harddisk itu sampai file harddisk itu dibuat lagi. CD-ROM, mouse, printer, dan kartu suara (sound card) adalah contoh dari file. Berikut adalah beberapa macam dari file :

  • · Regular file

Adalah file yang tidak memiliki fungsi khusus dan berada di file sistem sebagai anggota keluarga biasa. Contoh jenis file ini adalah file text, dokumen kerja anda, lagu MP3, sampai file kernel linux itu sendiri.

  • · Block special file

File ini dinamakan demikian karena transfer data file ini dilakukan secara blok demi blok. Contoh file device ini adalah harddisk, CD-ROM, dan tape disk.

  • · Character special file

File ini melakukan transfer data secara karakter demi karakter. Contohnya adalah mouse.

  • · Link file (symbolic file)

File ini bisa diartikan sebagai suatu shortcut. Yaitu suatu file yang menunjuk ke file lain.

  • · Direktori

File ini “menyimpan” informasi tentang file lain yang menjadi “anggotanya”. Jadi direktori ini biasanya berisi dari beberapa file.

  • · Pipe

Berfungsi sebagai pipa proses. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal pipa air, yang akan menerima air dari keran di sisi yang satu, dan menyalurkannya ke sisi yang lain. File ini akan menerima input di satu sisi dan menyalurkannya ke sisi lain. Diperlukan dalam proses komunikasi. Terdiri dari 2 jenis, bernama (eksis di file sistem), dan tidak bernama (eksis di struktur data kernel).

  • · Socket

Adalah termasuk salah satu proses komunikasi seperti halnya pipe, dan digunakan dalam proses komunikasi mesin-mesin yang terpisah.

 

Manajemen Proses

Linux adalah sistem operasi yang multitasking, sehingga memungkinkan banyak proses yang berjalan. Manajemen proses yang baik sangat diperlukan untuk stabilitas, keamanan, reliabilitas, serta availabilitas sistem. Proses sendiri secara harfiah bisa diartikan sebagai program yang sedang berjalan. Proses sendiri memiliki pengenal unik yang kita sebut dengan PID (proccess ID). Kita bisa berkomunikasi dengan proses PID tersebut.

Untuk melihat status proses, kita bisa menggunakan ps, pstree, ataupun top.

ü kill

Perintah ini berfungsi mematikan/menghentikan suatu proses dengan signal tertentu. Dipanggil dengan cara kill [SIGNAL] <PID>. Signal adalah sesuatu yang dikenakan pada proses, bisa berupa sesuatu yang fatal, yang mengakibatkan proses diterminasi. Pada dasarnya, proses bisa merespon atau bahkan menolak (atau membiarkan) signal yang dikirim kepadanya. Dari sekitar 63 signal yang bisa dikirimkan, terdapat 2 signal yang tidak dapat diabaikan oleh pengguna, yaitu SIGKILL (proses akan diterminasi) dan SIGSTOP (proses akan dihentikan, berikan perintah SIGCONT untuk melanjutkan)

Beberapa parameter

Parameter Deskripsi

-l Melihat daftar signal yang bisa diberikan.

Informasi lengkap bisa kita dapatkan dengan memanggil man kill.

Contoh:

kill –KILL 10

kill 1111

 

 

Administrasi Sistem

Perintah-perintah dalam administrasi sistem berfungsi untuk mengubah runlevel, reboot, dan shutdown komputer.

ü init

ü telinit

Init adalah nenek moyang suatu proses dengan PID 1. Namun dalam administrasi sistem ini disebut sebagai runlevel.

Runlevel adalah parameter yang menentukan servis apa saja yang akan dijalankan pada waktu sistem dihidupkan, apakah single user, multiuser, bahkan shutdown dan reboot pun juga merupakan runlevel.

Beberapa runlevel umum :

Runlevel Deskripsi

0 Sistem halt.

1 Single user.

2 Tidak mendukung jaringan.

3 Multiuser, mendukung jaringan dan menggunakan modus console.

4 Bisa dikustomisasi. Slackware menggunakannya untuk multiuser, jaringan, dan menggunakan modus X.

5 Multiuser, mendukung jaringan, dan menggunakan modus X.

6 Sistem reboot.

Untuk mengubah runlevel, gunakan init <RUNLEVEL> atau telinit <RUNLEVEL>.

Beberapa parameter

Meskipun init memiliki banyak kustomisasi penggunaan, namun init <RUNLEVEL> atau telinit <RUNLEVEL> bisa dijalankan tanpa parameter tambahan. Informasi lengkap bisa kita dapatkan dengan memanggil man init.

Contoh:

Telinit 6

ü shutdown

Perintah ini berfungsi untuk mengakhiri suatu sistem untuk reboot ataupun halt. Bisa dipanggil dengan cara shutdown <TUGAS> <WAKTU>.

Beberapa parameter

Parameter Deskripsi

-r Reboot.

-h Halt komputer.

Informasi lengkap bisa kita dapatkan dengan memanggil man shutdown.

Contoh:

shutdown -r

 

 

File-file konfigurasi

Sistem operasi linux tidak menggunakan satu konfigurasi terpusat, melainkan banyak file konfigurasi yang bisa mengubah cara kerja, sifat, dan kinerja sistem. Berikut adalah beberapa file konfigurasi penting :

Parameter Deskripsi

/etc/inittab Merupakan file konfigurasi milik program init. Init adalah sebuah program yang sangat penting, maka isi file ini pun termasuk penting. Contoh yang bisa kita atur adalah runlevel, jumlah terminal yang dijalankan, sampai apakah kita menginginkan kombinasi tombol <CTRL><Alt><Del> diaktifkan atau tidak.

/etc/passwd dan Merupakan file database pengguna.

/etc/shadow

/etc/group Merupakan file database grup.

/etc/fstab Merupakan file konfigurasi untuk sistem. Disini kita bisa mengatur mount point sampai opsi mount untuk device tertentu.

/etc/profile Merupakan file konfigurasi untuk setting sistem secara keseluruhan yang akan dibaca oleh (semua) Bourne shell.

 

Manajemen Proses di LINUX (part 2)

Published in stikomksi2007azwar.wordpress.com – 291 d 1 h ago

Jobs control adalah fasilitas yang memungkinkan suatu program dihentikan secara sementara dan kemudian dijalankan kembali. Fasilitas ini dapat dipakai untuk memindahkan program yang sedang berjalan secara background (dilatar belakang) ke foreground (di latar depan) atau sebaliknya. Fasilitas ini meniru fasilitas pada C shell.
Jika seseorang memberikan perintah (script shell, utilitas atau program), perintah tersebut akan menjadi sebuah job, terlepas perrintah itu dijalankan dilatar depan atau belakang.
Jobs control biasanya diaktifkan secara otomatis begitu berada di prompt (shell). Untuk mengetahui fasilitas ini sudah dijalankan atau belum, dapat deketahui dengan perintah :
$ set –o | grep monitor
monitor on
Jika perintah di atas menghasilkan informasi berupa “monitor on” berarti fasilitas job control sudah diaktifkan. Apabila fasilitas tesebut belum aktif, dapat diaktifkan dengan perintah :
$ set -o monitor
$ set -m>> stikomksi2007azwar.wordpress.com

 

Manajemen Proses di LINUX

Published in stikomksi2007azwar.wordpress.com – 291 d 1 h ago

Setiap kali instruksi diberikan pada Shell Linux, kernel akan menciptakan proses-id. Proses ini disebut juga dalam terminologi UNIX sebagai JOB. Proses-id (PID) dimulai dari 0, yaitu proses INIT, kemudian diikuti oleh proses berikutnya (dapat dilihat dalam daftar urutan pada /etc /inittab). Proses-proses sistem terbagi dalam tiga tipe utama, yaitu :
Interactive : Diprakarsai oleh sebuah shell dan berjalan dalam foreground dan
Background.
Batch : Secara tipical merupakan sebuah seri dari proses-proses yang
dijadwalkan untuk dieksekusi pada suatu waktu tertentu
Daemon : Secara tipikal diinisialisasi saat boot untuk membentuk fungsi-fungsi
sistem yang dibutuhkan, seperti LPD, NFS dan DNS
Proses Interaktive terdiri dari atas :
- Proses fireground adalah suatu proses yang ketika berjalan, shell tidak menampilkan prompt hingga proses berakhir.
- Proses background adalah suatu proses yang sewaktu-waktu berjalan, pemakai tetap… … read more >>> stikomksi2007azwar.wordpress.com

 

Mengenal Pesan Kesalahan pada komputer

Published in adadi.wordpress.com – 427 d 4 h ago

Untuk dapat mengatasi berbagai kesalahan pada komputer, kita perlu mengenal pesan kesalahan yang sering muncul. Diantaranya Syntax error.

Logical error, dan Run-time error
Penting bagi kita untuk mengenal hal – hal yang ditemukan dalam sistem komputer, kesalahan ini ditemukan dalam bermacam – macam kasus, baik pemrograman, maupun dalam bidang lainnya dalam proses yang dilakukan dengan menggunakan komputer.

Syntax Error

Adalah kesalahan yang diakibatkan karena penulisan atau tata bahasa yang tidak benar. Error ini membuat pihak yang diminta untuk mengerjakan sesuatu menjadi bingung, sehingga tidak bisa melakukan perintah tersebut.

Apabila terjadi kesalahan jenis ini, proses tidak akan diberhentikan, atau tidak dilanjutkan, sampai yang bersangkutan menulis perintah membenarkan perintah tersebut.

Logical Error

Adalah jenis kesalahan secara logika. JIka ditemukan kesalahan dengan jenis… … read more >>> adadi.wordpress.com

 

Login Sebagai Root Pada Mandriva 2009.1

Published in echo619.wordpress.com – 146 d 19 h ago

Sejak mandriva 2007, Skema login didistribusi linux dirubah. Yang boleh melakukan login pada halaman login hanyalah user/guest atau user biasa yang userid-nya tercantum pada sisi kiri. Secara otomatis root tidak di tampilkan pada halaman login ini. Pada halaman login G-Nome dengan mengetikkan user root dan memasukkan passwordnya maka kita akan menjadi super user dari sistem operasi ini. Tapi sayang pada versi dekstop KDE fungsi ini tidak dapat dilakukan, secara otomatis ID root tidak akan ditampilkan. Menurut kabar burung hal ini untuk menghindarkan user dari kesalahan asal-asalan jadi super user oleh para newbi. Akan tetapi kita dapat meng-enable kan fungsi tersebut.

Untuk meng-Enable kan root pada halaman login KDM/GDM silahkan ikuti tips berikut ini :

Edit /var/lib/mandriva/kde4-profiles/common/share/config/kdm/kdmrc

lalu ubah baris :

AllowRootLogin = false

menjadi

AllowRootLogin = true.

 

 


Manajemen Proses di LINUX

Posted on January 18, 2009 by rawza

Setiap kali instruksi diberikan pada Shell Linux, kernel akan menciptakan proses-id. Proses ini disebut juga dalam terminologi UNIX sebagai JOB. Proses-id (PID) dimulai dari 0, yaitu proses INIT, kemudian diikuti oleh proses berikutnya (dapat dilihat dalam daftar urutan pada /etc /inittab). Proses-proses sistem terbagi dalam tiga tipe utama, yaitu :
Interactive : Diprakarsai oleh sebuah shell dan berjalan dalam foreground dan
Background.
Batch : Secara tipical merupakan sebuah seri dari proses-proses yang
dijadwalkan untuk dieksekusi pada suatu waktu tertentu
Daemon : Secara tipikal diinisialisasi saat boot untuk membentuk fungsi-fungsi
sistem yang dibutuhkan, seperti LPD, NFS dan DNS
Proses Interaktive terdiri dari atas :
- Proses fireground adalah suatu proses yang ketika berjalan, shell tidak menampilkan prompt hingga proses berakhir.
- Proses background adalah suatu proses yang sewaktu-waktu berjalan, pemakai tetap dapat memberikan perintah yang lain. Sebab begitu perintah background diberikan (setelah di tekan ENTER), prompt akan ditampilkan kembali dan shell siap menerika perintah berikutnya.
7.1 Background Proses
Untuk menghasilkan sebuah background proses, dapat dilakukan dengan menjalankan perintah yang diakhiri dengan simbol &. Pada kondisi seperti ini, sehll tidak akan menunggu sampai eksekusi perintah berakhir. Begitu perintah berakhiran & diberikan, shell siap menerima perintah lain. Kegunaan perintah ini misalnya untuk memperoleh daftar seluruh file dari direktori root (/) beserta anak-anaknya dan menempatkannya ke sebuah file. Karena proses ini Kemungkinan memakan waktu yang cukup lama, pemakai dapat mengatur agar eksekusinya dilakukan dilatar belakang. Sehingga sementara sistem sedang memprosesnya, pemakai tetap dapat bekerja memberikan perintah-perintah lainnya.
Contoh :
$ls –lR / > lsroot 2>&1 &
Pada contoh tersebut, perintah ls beserta pesan kesalahan ditempatkan ke file lsroot dan dilakukan secara background. Proses latar belakang cocok untuk proses yang tidak menggunakan keluaran ke layar terminal atau masukkan dari keyboard.
7.2 Status Proses
Instruksi ps (proses status) digunakan untuk melihat kondisi proses yang ada. Ketika tidak ada option sama sekali, ps akan menampilkan proses yang saat itu dilakukan oleh sebuah terminal (tty?).
$ ps PID TT STAT TIME COMMAND 29384 p0 Is 0:00.01 -ksh (ksh) 27221 p0 R+ 0:00.00 ps
Proses ksh adalah proses shell yang aktif pada saat user login ke dalam sistem dan proses ksh ini akan menunggu instruksi dari pemakai. Bila shell menjalankan instruksi, maka shell menciptakan proses anak dan menunggu hingga proses tersebut selesai.
$ ps -u USER PID %CPU %MEM VSZ RSS TT STAT STARTED TIME COMMAND dsn970210 29384 0.0 0.1 404 328 p0 Ss 7:35PM 0:00.01 -ksh (ksh) dsn970210 21658 0.0 0.1 284 164 p0 R+ 7:42PM 0:00.00 ps -u
Sebuah sistem yang dibangun oleh serangkain proses, dengan perintah ps –e (everthing) dapat ditampilkan sejumlah proses-proses tersebut.
$ ps -e
PID TTY TIME COMMAND
1 ? 00:00:05 init
2 ? 00:00:00 klogd
3 ? 00:00:00 inetd
—cut——

Semakin banyak pemakai yang sedang menggunakan sistem, semakin banyak proses yang akan ditampilkan. Tanda tanya (?) menyatakan bahwa proses tersebut adalah proses daemon (proses yang hidup terus selama sistem hidup dan berjalan dilatar belakang).
Sejumlah proses yang ditampilkan melalui ps –e berkedudukan sebagai pemimpin group proses (proses group leader), yaitu proses yang menjalankan proses yang lain. Sebagai contoh jika dijanlankan perintah ps –f (full listing), dengan hasil sebagai berikut :
$ps –f
UID PID PPID C STIME TTY TIME CMD
dsn970210 8907 1094 0 12:44 tty02 00:00:00 -bash
dsn970210 9205 8907 0 13:02 tty02 00:00:00 ps -f
Proses sh sebenarnya memimpin group proses. Tampak bahwa PID dari bash tercantum dalam PPID dari proses ps –f. PPID (parrent PID) menyatakan proses induk dari proses yang sedang berjalan, dan STIME menyatakan awal proses dimulai.
Contoh lain perintah ps :
ps –u anjik : untuk menampilkan proses yang terkait dengan seorang pemakai
ps –t tty02 : untuk menampilkan proses yang terkait dengan terminal
ps –auxww : untuk menampilkan informasi detail tentang setiap proses yang berjalan dalam komputer.
a : Mendaftar semua proses
u : menampilkan informasi dalam “user-oriented style”
x : memasukkan informasi dalam proses yang tidak
menampilkan kontrol ttys.
ww : memasukkan baris perintah dengan komplit, bahkan jika
mereka menjalankan sampai 132 kolom.
Field-field dalam output ps diantaranya :
USER : username dari proses. (Jika proses memiliki UID yang tidak sesuai dengan /etc/passwd, perlu berhati-hati karena dimungkinkan terjadi proses penyerangan.

PID : Proses Identification Number
%CPU : Prosentasi CPU yang digunakan
%MEM : Prosentasi MEMORY yang digunakan
SZ : Jumlah virtual memori yang digunakan proses
RSS : Resident set size, jumlah proses physical memory yang ditempati proses
TT : Terminal yang mengontrol proses
STAT : Field yang menunjukkan status proses
TIME : CPU time yang sedang digunakan
COMMAND : Nama perintah
Pada field STAT yang merupakan status proses dapat digunakan sebagai indikator terhadap suatu proses, sejumlah status tersebut dapat diketaui dari huruf pertama field STAT adalah :
R : actually running or runnable
S : Sleeping (sleeping > 20 seconds)
I : Idle (sleeping < 20 seconds)
T : stop
H : Halted
P : In page wait
D : In disk wait
Z : Zombie
<blank> : In core
W : Swapped out
> : Proses yang telah melampaui soft limit ketetapan memori
Pada huruf ketiga field STAT menunjukkan keterangan apakah proses berjalan dengan altered CPU Schedule, antara lain :
N : Proses berjalan pada prioritas rendah
# : nice (nomor yang lebih tinggi dari 0)
< : Proses berjalan pada prioritas tinggi

Beberapa pilihan perintah ps, sebagai berikut :
-a : Menampilkan semua proses (termasuk milik user)
-c : Menampilkan nama perintah dari environment task_struct
-e : Menampilkan environment setelah baris perintah dan “and”
-f : Menampilkan “forest” fromat pohon (proses dan subproses)
-h : Tidak ada header
-j : Jobs format
-l : Long format
-m : Menampilkan info memori
-n : Output memori untuk USER dan WCHAN
-r : Hanya proses-proses yang berjalan
-s : Format signal
-S : Menambah child CPU time dan page fault
-t xx : Proses-proses yang hanya diasoasikan dengan ttyxx
-u : Format user, memberikan nama user dan waktu mulai
-v : format vm (virtual memory)
-w : Wide output
-x : Menampilakn proses-proses tanpa mengontrol terminal
7.3 Menghentikan Proses (Kill)
Kadang ada keinginan untuk membunuh atau menghentikan sebuah proses. Suatu alasan yang umum untuk menghentikan proses diantaranya :
- Proses terlalu banyak menghabiskan CPU time
- Proses berjalan terlalu lama tanpa menghasilkan output yang diharapkan.
- Proses memproduksi terlalu banyak output pada layar atau ke sebuah file.
- Proses mengunci terminal atau beberapa sesi lain.
- Proses menggunakan file-file yang salah baik input maupun output, disebabkan kesalahan operator atau programming yang error.
- Proses sudah tidak diperlukan lagi.

Sebenarnya untuk menghentikan proses yang tidak berada pada background, cukup dengan menekan <CTRL+C>. Namun jika proses tersebut bekerja pada background, proses dapat dihentikan dengan perintah kill. Perintah kill bekerja dengan cara mengirim signal ke proses yang sedang berjalan melalui nomer proses yang sudah diketahui. Kill hanya dapat digunakan untuk menghentikan proses dari masing-masing user, hanya superuser saja yang berwenang untuk menghentikan proses user lain.
Format penulisan perintah kill sebagai berikut :
kill [-s signal_name] pid [...]
kill -l [exit_status]
kill -signal_name pid [...]
kill -signal_number pid [...]
Beberpa signal tersebut diantaranya:
1 HUP (hang up)
2 INT (interrupt)
3 QUIT (quit)
6 ABRT (abort)
9 KILL (non-catchable, non-ignorable kill)
14 ALRM (alarm clock)
15 TERM (software termination signal)
Contoh :
$ kill 123
Menghentikan proses dengan PID 123
$ kill -9 1234
Menghentikan dengan paksa proses dengan PID 1234.

# kill -HUP `cat /var/run/inetd.pid`

Mengirimkan hang up signal kepada daemon ined dengan PID seperti yang terseimpan pada /var/run/inetd.pid, dan meminta proses untuk membaca ulang susunan konfigurasi /etc/inetd.conf.
# kill 0

Menghentikan semua proses yang berjalan dalam background.

(continue)

 


Manajemen Proses di LINUX

Posted on January 18, 2009 by rawza

Setiap kali instruksi diberikan pada Shell Linux, kernel akan menciptakan proses-id. Proses ini disebut juga dalam terminologi UNIX sebagai JOB. Proses-id (PID) dimulai dari 0, yaitu proses INIT, kemudian diikuti oleh proses berikutnya (dapat dilihat dalam daftar urutan pada /etc /inittab). Proses-proses sistem terbagi dalam tiga tipe utama, yaitu :
Interactive : Diprakarsai oleh sebuah shell dan berjalan dalam foreground dan
Background.
Batch : Secara tipical merupakan sebuah seri dari proses-proses yang
dijadwalkan untuk dieksekusi pada suatu waktu tertentu
Daemon : Secara tipikal diinisialisasi saat boot untuk membentuk fungsi-fungsi
sistem yang dibutuhkan, seperti LPD, NFS dan DNS
Proses Interaktive terdiri dari atas :
- Proses fireground adalah suatu proses yang ketika berjalan, shell tidak menampilkan prompt hingga proses berakhir.
- Proses background adalah suatu proses yang sewaktu-waktu berjalan, pemakai tetap dapat memberikan perintah yang lain. Sebab begitu perintah background diberikan (setelah di tekan ENTER), prompt akan ditampilkan kembali dan shell siap menerika perintah berikutnya.
7.1 Background Proses
Untuk menghasilkan sebuah background proses, dapat dilakukan dengan menjalankan perintah yang diakhiri dengan simbol &. Pada kondisi seperti ini, sehll tidak akan menunggu sampai eksekusi perintah berakhir. Begitu perintah berakhiran & diberikan, shell siap menerima perintah lain. Kegunaan perintah ini misalnya untuk memperoleh daftar seluruh file dari direktori root (/) beserta anak-anaknya dan menempatkannya ke sebuah file. Karena proses ini Kemungkinan memakan waktu yang cukup lama, pemakai dapat mengatur agar eksekusinya dilakukan dilatar belakang. Sehingga sementara sistem sedang memprosesnya, pemakai tetap dapat bekerja memberikan perintah-perintah lainnya.
Contoh :
$ls –lR / > lsroot 2>&1 &
Pada contoh tersebut, perintah ls beserta pesan kesalahan ditempatkan ke file lsroot dan dilakukan secara background. Proses latar belakang cocok untuk proses yang tidak menggunakan keluaran ke layar terminal atau masukkan dari keyboard.
7.2 Status Proses
Instruksi ps (proses status) digunakan untuk melihat kondisi proses yang ada. Ketika tidak ada option sama sekali, ps akan menampilkan proses yang saat itu dilakukan oleh sebuah terminal (tty?).
$ ps PID TT STAT TIME COMMAND 29384 p0 Is 0:00.01 -ksh (ksh) 27221 p0 R+ 0:00.00 ps
Proses ksh adalah proses shell yang aktif pada saat user login ke dalam sistem dan proses ksh ini akan menunggu instruksi dari pemakai. Bila shell menjalankan instruksi, maka shell menciptakan proses anak dan menunggu hingga proses tersebut selesai.
$ ps -u USER PID %CPU %MEM VSZ RSS TT STAT STARTED TIME COMMAND dsn970210 29384 0.0 0.1 404 328 p0 Ss 7:35PM 0:00.01 -ksh (ksh) dsn970210 21658 0.0 0.1 284 164 p0 R+ 7:42PM 0:00.00 ps -u
Sebuah sistem yang dibangun oleh serangkain proses, dengan perintah ps –e (everthing) dapat ditampilkan sejumlah proses-proses tersebut.
$ ps -e
PID TTY TIME COMMAND
1 ? 00:00:05 init
2 ? 00:00:00 klogd
3 ? 00:00:00 inetd
—cut——

Semakin banyak pemakai yang sedang menggunakan sistem, semakin banyak proses yang akan ditampilkan. Tanda tanya (?) menyatakan bahwa proses tersebut adalah proses daemon (proses yang hidup terus selama sistem hidup dan berjalan dilatar belakang).
Sejumlah proses yang ditampilkan melalui ps –e berkedudukan sebagai pemimpin group proses (proses group leader), yaitu proses yang menjalankan proses yang lain. Sebagai contoh jika dijanlankan perintah ps –f (full listing), dengan hasil sebagai berikut :
$ps –f
UID PID PPID C STIME TTY TIME CMD
dsn970210 8907 1094 0 12:44 tty02 00:00:00 -bash
dsn970210 9205 8907 0 13:02 tty02 00:00:00 ps -f
Proses sh sebenarnya memimpin group proses. Tampak bahwa PID dari bash tercantum dalam PPID dari proses ps –f. PPID (parrent PID) menyatakan proses induk dari proses yang sedang berjalan, dan STIME menyatakan awal proses dimulai.
Contoh lain perintah ps :
ps –u anjik : untuk menampilkan proses yang terkait dengan seorang pemakai
ps –t tty02 : untuk menampilkan proses yang terkait dengan terminal
ps –auxww : untuk menampilkan informasi detail tentang setiap proses yang berjalan dalam komputer.
a : Mendaftar semua proses
u : menampilkan informasi dalam “user-oriented style”
x : memasukkan informasi dalam proses yang tidak
menampilkan kontrol ttys.
ww : memasukkan baris perintah dengan komplit, bahkan jika
mereka menjalankan sampai 132 kolom.
Field-field dalam output ps diantaranya :
USER : username dari proses. (Jika proses memiliki UID yang tidak sesuai dengan /etc/passwd, perlu berhati-hati karena dimungkinkan terjadi proses penyerangan.

PID : Proses Identification Number
%CPU : Prosentasi CPU yang digunakan
%MEM : Prosentasi MEMORY yang digunakan
SZ : Jumlah virtual memori yang digunakan proses
RSS : Resident set size, jumlah proses physical memory yang ditempati proses
TT : Terminal yang mengontrol proses
STAT : Field yang menunjukkan status proses
TIME : CPU time yang sedang digunakan
COMMAND : Nama perintah
Pada field STAT yang merupakan status proses dapat digunakan sebagai indikator terhadap suatu proses, sejumlah status tersebut dapat diketaui dari huruf pertama field STAT adalah :
R : actually running or runnable
S : Sleeping (sleeping > 20 seconds)
I : Idle (sleeping < 20 seconds)
T : stop
H : Halted
P : In page wait
D : In disk wait
Z : Zombie
<blank> : In core
W : Swapped out
> : Proses yang telah melampaui soft limit ketetapan memori
Pada huruf ketiga field STAT menunjukkan keterangan apakah proses berjalan dengan altered CPU Schedule, antara lain :
N : Proses berjalan pada prioritas rendah
# : nice (nomor yang lebih tinggi dari 0)
< : Proses berjalan pada prioritas tinggi

Beberapa pilihan perintah ps, sebagai berikut :
-a : Menampilkan semua proses (termasuk milik user)
-c : Menampilkan nama perintah dari environment task_struct
-e : Menampilkan environment setelah baris perintah dan “and”
-f : Menampilkan “forest” fromat pohon (proses dan subproses)
-h : Tidak ada header
-j : Jobs format
-l : Long format
-m : Menampilkan info memori
-n : Output memori untuk USER dan WCHAN
-r : Hanya proses-proses yang berjalan
-s : Format signal
-S : Menambah child CPU time dan page fault
-t xx : Proses-proses yang hanya diasoasikan dengan ttyxx
-u : Format user, memberikan nama user dan waktu mulai
-v : format vm (virtual memory)
-w : Wide output
-x : Menampilakn proses-proses tanpa mengontrol terminal
7.3 Menghentikan Proses (Kill)
Kadang ada keinginan untuk membunuh atau menghentikan sebuah proses. Suatu alasan yang umum untuk menghentikan proses diantaranya :
- Proses terlalu banyak menghabiskan CPU time
- Proses berjalan terlalu lama tanpa menghasilkan output yang diharapkan.
- Proses memproduksi terlalu banyak output pada layar atau ke sebuah file.
- Proses mengunci terminal atau beberapa sesi lain.
- Proses menggunakan file-file yang salah baik input maupun output, disebabkan kesalahan operator atau programming yang error.
- Proses sudah tidak diperlukan lagi.

Sebenarnya untuk menghentikan proses yang tidak berada pada background, cukup dengan menekan <CTRL+C>. Namun jika proses tersebut bekerja pada background, proses dapat dihentikan dengan perintah kill. Perintah kill bekerja dengan cara mengirim signal ke proses yang sedang berjalan melalui nomer proses yang sudah diketahui. Kill hanya dapat digunakan untuk menghentikan proses dari masing-masing user, hanya superuser saja yang berwenang untuk menghentikan proses user lain.
Format penulisan perintah kill sebagai berikut :
kill [-s signal_name] pid [...]
kill -l [exit_status]
kill -signal_name pid [...]
kill -signal_number pid [...]
Beberpa signal tersebut diantaranya:
1 HUP (hang up)
2 INT (interrupt)
3 QUIT (quit)
6 ABRT (abort)
9 KILL (non-catchable, non-ignorable kill)
14 ALRM (alarm clock)
15 TERM (software termination signal)
Contoh :
$ kill 123
Menghentikan proses dengan PID 123
$ kill -9 1234
Menghentikan dengan paksa proses dengan PID 1234.

# kill -HUP `cat /var/run/inetd.pid`

Mengirimkan hang up signal kepada daemon ined dengan PID seperti yang terseimpan pada /var/run/inetd.pid, dan meminta proses untuk membaca ulang susunan konfigurasi /etc/inetd.conf.
# kill 0

Menghentikan semua proses yang berjalan dalam background.

 

Stuktur Dasar Perintah Pada Unix

Perintah-perintahyang terdapat pada sistem operasi unix umumnya adalah berupa command line.yangCase-Sensitive, artinya perintah ini membedakan dua perintah dengan hurufbesar dan huruf kecil. Hal ini juga berlaku untuk file dan direktori.

Misalnya :

isi file1 berbeda dengan isi File1

 

Sedangkan perintahbuil-in pada Unix umumnya menggunakan huruf kecil

Struktur dasarperintah command line tersebut pada unix adalah sebagai berikut :

perintah[pilihan] [argumen]

Penjelasan :

perintah, adalah  command yang digunakan untuk melakukan suatuaction.

Kurung siku menyatakan bahwa yang ada di dalamnya bersifat optional. Bisaada,bisa tidak.

Pilihan (option) untuk mengubah atau menambah default tindakan dariperintah.

Argument menyatakan objek yang akan diproses oleh perintah.  Bagian ini umumnya berupa file; tetapi bisajuga berisi data yang akan diproses.

Sebagai contoh,suatu perintah mempunyai format sebagai berikut :

kh [-wc] file…

Artinya, bentuksuatu perintah berikut diperkenankan :

$kh-w file1

$kh -w -cfile1 file 2

$kh file2

$kh file1

Pilihan (Option)

Sebuah pilihanadalah bagian dari baris perintah, berupa sebuah kata yang diawali dengan tandaminus (-), yang mengontrol tindakan dari suatu perintah.

Sebagai contoh, ls adalah utilitas yangdigunakan untuk menampilkan isi dari suatu direktori. Perintah ls bisa tidakmengandung pilihan maupun argumen. Hasilnya berupa nama-nama file padadirektori kerja (sama seperti dir pada Dos). Untuk mengubah tindakan defaultdari ls, pilihan seperti -l (menampilkan informasi file, seperti ukuran file)dapat ditambahkan.

$ls

file1

file2

file3

$ls -l

total 3

-rwx-rw-r–          1          user_name        group    3k         Des 15 14:20    file1

-rw—r—r–          1          user_name        group    4k         Des 16 14:21    file2

-rw—rw-rw         1          user_name        group    5k         Des 16 14:30    file3

Adakalanya pilihanyang perlu diberikan tidak hanya sebuah. Sebagai contoh, pada ls terdapatpilihan -r yang akan menampilkan daftar file dengan urutan nama secara terbalik(descending), misal :

$ls -r

file3

file2

file1

Apabila diinginkanuntuk mengandung option -r dan -l, dapat dilakukan dengan memberi perintahsebagai berikut :

$ls -r -l

Selain menggunakancara di depan, pilihan -l dan -r dapat digabungkan menjadi sebuah kata. Denganpenulisan :

$ls -lr    , yang hasilnya ekivalen dengan  $ls -l -r     atau

$ls -rl     , yang hasilnya ekivalen dengan   $ls -r -l

Argument

Argument atau yangdikenal juga dengan  parameter adalahbagian dari baris perintah yang digunakan untuk menyebutkan informasi   – data, file dan sebagainya -  yang akan dikenai tindakan oleh perintah. Berbedadengan pilihan, argumen tidak mempunyai tanda khusus yang digunakan untukmengawalinya.

Contoh :

$ls -rl    /usr/bin

maka file yangdiproses adalah seluruh file yang ada di /usr/bin .

Berikut ini adalahdaftar ringkasan beberapa perintah dasar yang sering digunakan pada unix :

Perintah untuk Manajemen File

Perintah Keterangan
cat Menampilkan isifile (seperti type pada Dos)
cp Menyalin satu atau beberapa file (seperti copy pada Dos)
find Mencari filetertentu pada suatu direktori (seperti Dir pada Dos)
ls Menampilkan informasi file
more Menampilkan file per screen
mv Memindahkansuatu file ke direktori lain
pg Menampilkan isi suatu file teks per layar
rm Menghapus file(sama seperti Del pada Dos)

Perintah Manajemen Direktori

Perintah Keterangan
cd Mengaktifkansuatu direktori sebagai direktori
copy Menyalin seluruhstruktur direktori ataupun file
mkdir Membuat direktori baru
pwd Menampilkan namadirektori tempat kita bekerja
Rmdir Menghapus direktori

Perintah untuk mengatur Akses Direktori

Perintah Keterangan
chgrp Mengubah groupdari suatu direktori
chmod Mengubah permisidari suatu file atau direktori
chown Mengubah pemilikdari suatu file atau direktori

Perintah Lingkungan Sistem

Perintah Keterangan
exit Keluar darishell pada Bourne shell dan Korn shell
id Menampilkan namapemakai beserta identitas dari pemakai
logname Menampilkan nama pemakai
logout Keluar darishell pada C shell
man Menampilkandokumentasi online dri suatu perintah Unix (sama seperti Help)
newgrp Mengubah group efektif
passwd Mengganti password
set Menampilkanvariabel lingkungan pada shell pemakai
tty Menampilkan namaidentitas (port) terminal
uname Menampilkan nama sistem operasi
whoami Menampilan namapemakai yang sedang menggunakan sistem

Perintah Yang Berhubungan dengan Layar

Perintah Keterangan
banner Menampilkan tulisan berukuran besar
clear Menghapus layar(sama seperti Cls pada DOS)
echo Menampilkan tulisan ke layar

Perintah yang berhubungan dengan Proses

Perintah Keterangan
kill Menghentikansuatu proses berdasarkan identitas proses
ps Menampilkanproses yang sedang berjalan
sleep Menunda eksekusi(proses yang tidak mengerjakan apa-apa selama beberapa detik)

Perintah-perintah lain

Perintah Keterangan
bc Utilitas untuk melakukan perhitungan
cal Menampilkan Kalender
date Menampilkantanggal dan jam sistem
grep Mencri file-fileyang mengandung kata tertentu
lp Mencetak file ke printer
mail Utilitas untuk menyampaikan pesan tertulis ke pemakai lain
sort Mengurutkan data
vi Editor teks
wc Menghitungjumlah karakter, kata, dan baris pada suatu file

Beberapa referenceyang dapat digunakan untuk mengenal sistem operasi Unix lebih jauh lagi dapatdilihat di :

[1].http://Ldp.linux.or.id/howto

[2]. http://www.faq.org

[3]. http://linux-howto.com/ldp/howto