C.Anggoro

Hanya Blog STMIK AKAKOM Yogyakarta Situs situs lain

Teknologi Internet

Internet telah membuat interaksi bisnis menjadi multi-aspek. Sekarang orang bisa melakukan bisnis, seperti membeli sesuatu, bertransaksi, dan menjalankan fungsi-fungsi bisnis melalui internet. Konsumen dan pemilik/pengelola bisnis dapat mendapatkan dan melakukan apa yang mereka inginkan tanpa harus meninggalkan beranjak dari tempat duduk, selama terhubung dengan internet.

Istilah E-Business dan E-Commerce seringkali terlihat dan digunakan untuk proses yang sama. Namun demikian, meskipun berhubungan, keduanya memiliki arti yang berbeda. Awalan “e” berarti “elektronik”, yang berarti kegiatan atau transaksi yang digunakan tanpa pertukaran atau kontak fisik. Transaksi diadakan secara elektronik atau digital, sesuatu dibuat menjadi mungkin dengan pesatnya perkembangan komunikasi digital.

E-Commerce berarti transaksi bisnis melalui internet di mana pihak-pihak yang terlibat melakukan penjualan atau pembelian. Transaksi yang dilakukan dalam e-commerce pada dasarnya melibatkan pengalihan (transfer) atau penyerahterimaan (handing over) kepemilikan dan hak atas produk atau jasa.

Secara teknis, E-Commerce hanya merupakan bagian dari E-Business karena, menurut definisi, E-Business adalah semua transaksi bisnis online, termasuk penjualan secara langsung kepada konsumen (e-commerce), transaksi dengan produsen dan pemasok, dan interaksi dengan mitra bisnis. Pertukaran informasi via database terpusat juga dilakukan dalam e-commerce. Fungsi-fungsi bisnis hanya terbatas pada sumber daya teknologi.

E-Commerce pada prinsipnya melibatkan pertukaran uang dalam transaksi. E-Business, karena lebih luas, tidak terbatas pada transaksi yang bersifat keuangan (monetary). Semua aspek dalam bisnis, seperti pemasaran, perancangan produk, manajemen pemasokan, dsb., tercakup

E-business lebih mengenai pembuatan produk besar, ide kreatif dan pemberian layanan yang bermutu, perencanaan pemasaran produk dan pelaksanaannya. Jadi, tentu saja, e-commerce merupakan bagian takterpisahkan dari proses e-business, namun dalam kerangka terbatas, e-commerce merupakan kegiatan menjual dan membeli.

Ringkasan:

1. E-Business lebih luas dalam lingkup dan E-Commerce hanya merupakan satu aspek atau satu bagian dari E-Business.

2. E-Commerce hanya mencakup transaksi bisnis seperti membeli dan menjual barang dan jasa melalui internet.

3. E-Commerce pada prinsipnya melibatkan perdagangan uang sedangkan dalam E-Business, transaksi uang tidak diperlukan.

4. E-Business melibatkan pemasaran, perancangan produk, evaluasi layanan konsumen, dll.

Manfaat E-Commerce & E-Business

* Bagi Organisasi

1. – memperluas pangsa pasar
2. – memudahkan mendapatkan material dan jasa
3. – memotong jalur distribusi pemasaran, sehingga produk menjadi lebih murah
4. – mengurangi biaya pembuatan, pengolahan, distribusi, penyimpanan dan penerimaan informasi dengan mendigitalisasi proses tersebut
5. – inventori yang lebih rendah dengan fasilitas manajemen rantai persediaan
6. – membantu beberapa bisnis kecil bersaing dengan perusahaan besar

* Bagi Pelanggan

1. – dapat melakukan pencarian dan perbandingan harga secara online
2. – memberikan lebih banyak pilihan produk
3. – dapat dilakukan transaksi secara online
4. – pemberian informasi yang relevan
5. – memungkinkan untuk bekerja, belajar dan belanja dari rumah
6. – dapat berinteraksi dengan komunitas elektronik untuk bertukar informasi dan pengalaman.

* Bagi Masyarakat

1. – semakin banyaknya yang bekerja dari rumah, mengurangi tingkat kepadatan lalulintas
2. – harga yang lebih rendah meningkatkan standar hidup seseorang
3. – memfasilitasi layanan publik, seperti government entitlement.

Secara umum ruang lingkup e-bisnis mencakup bidang-bidang specialisasi yang saling berhubungan :

1. Enterprise resource planning
2. Customer relationship management
3. Enterprise application integration
4. Supply chain management
5. Online transaction processing
6. Enterprise collaboration

Secara lebih mudah diterjemahkan bahwa e-bisnis melibatkan proses bisnis yang mencakup seluruh rantai nilai: pembelian elektronik dan manajemen rantai suplai, pemrosesan order elektronik, penanganan pelayanan pelanggan, dan bekerja sama dengan mitra bisnis. Dengan kata lain, implementasi e-bisnis harus memiliki fungsi yang saling mendukung. E-bisnis dapat dilakukan dengan menggunakan Web, Internet, intranet, extranet, atau beberapa kombinasi dari semuanya :

Untuk bentuk bisnisnya, perusahaan harus memutuskan yang mana e-bisnis model terbaik sesuai tujuan mereka. Berikut ini adalah model e-bisnis yang diadopsi :

* E-shops
* E-commerce
* E-procurement
* E-malls
* E-auctions
* Virtual Communities
* Collaboration Platforms
* Third-party Marketplaces
* Value-chain Integrators
* Value-chain Service Providers
* Information Brokerage
* Telecommunication
* Customer relationship

Lalu, Apakah Perbedaan antara E- Commerce dan E-Bisnis ?

Menurut Tambotoh (2007) di dalam blognya (http://johantambotoh.wordpress.com/2007/08/05/e-commerce-dan-e-bisnis-apa-bedanya/#comment-591), e-commerce dan e-bisnis adalah dua hal yang berbeda, karena secara teknis e-commerce merupakan bagian dari e-bisnis, namun tidak semua e-bisnis berarti e-commerce.

Keduanya memang menggunakan internet dan EDI (electronic data interchange) untuk mengembangkan proses bisnis, tetapi keduanya tidak interchangeable, artinya keduanya tidak dapat dipertukarkan.

Lingkup e-commerce lebih sempit jika dibandingkan dengan e-bisnis, di mana e-commerce adalah bagian dari e-bisnis. E- bisnis menunjuk kepada penggunaan teknologi untuk menjalankan bisnis yang memberikan hasil, memberikan dampak yang besar kepada bisnis secara keseluruhan. E- commerce mengacu kepada penggunaan internet untuk belanja online, seperti untuk belanja produk dan jasa. Contohnya pembelian online tiket, buku atau hadiah, dan produk lainnya melalui internet. Atau ketika kita membayarkan sejumlah uang via internet.

Istilah e-bisnis meng-cover semua area bisnis. E-bisnis terjadi ketika perusahaan atau individu berkomunikasi dengan para klien atau nasabah melalui email. Pemasaran dilakukan melalui internet, menjual produk atau jasa melalui internet, menggunakan internet untuk riset pasar, menggunakan internet untuk meng-hire orang, menggunakan internet untuk promosi produk dan jasa, dan sebagainya.

Pemesanan buku di Amazon.com termasuk pada e-commerce dan e-bisnis. Membuat sebuah peta dengan arahan dari rumah ke kantor pos di yahoo.com merupakan e-bisnis tapi tidak melibatkan e-commerce.

Sedangkan menurut Nani (2010) definisi e-business secara sederhana adalah penggunaan internet untuk berhubungan dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier. Penggunaan internet menyebabkan proses bisnis menjadi lebih efisien. Dalam penggunaan e-business, perusahaan perlu untuk membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat berbagi informasi dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara elektronik dengan mereka memanfaatkan internet.Beda e-business dengan e-commerce adalah ecommerce hanya berupa transaksi secara elektronik di internet sedangkan e-business termasuk juga pertukaran informasi secara online misalnya sebuah perusahaan manufaktur membagi informasi persediaan bahan baku ke supplier, sebuah lembaga keuangan membagi informasi tentang perbankan, credit card, dll dengan konsumen mereka, dan sebagainya.

O’Brien menjelaskan bahwa sebuah e-bisnis sebenarnya terdiri dari beberapa bidang seperti dijelaskan di bagian pendahuluan makalah ini. Adapun O’Brien telah membuat bagan alur bidang-bidang e-bisnis dan keterkaitan di antaranya ,seperti di bawah ini :

Gambar 1. Interrelasi komponen E-Bisnis dari O’Brien

Dari bagan ini jelas bahwa internal perusahaan ada pada ruang lingkup Enterprise Resource Planning yang berinterrelasi dengan Supply Chain Management untuk menangani produksi dan Customer Relationship Management untuk menangani pelanggan. Selain itu perusahaan juga harusnya memiliki supporting berupa control administrasi dan financial. Kesemuanya dihubungkan dengan jaringan Enterprise Application Integration.

Menurut Cole (2010) dari berbagai pengalaman telah terbukti bahwa untuk melakukan e-bisnis yang sukes diperlukan 3 faktor yaitu :

1. Penjamin bisnis, biasanya senior executive
2. IT support, untuk mendukung proses integrasi antar fungsi.
3. Orang yang bertanggung jawab untuk menangani persoalan pelayanan, operasional, dan resikonya.

Adapun dasar-dasar yang harus dimiliki agar implementasi e-bisnis dapat berjalan dengan baik ada beberapa elemen yaitu

1. Commercial Imperative (Perhitungan komersial)

Jangan terburu-buru membangun sebuah instalasi atau bagian dari instalasi e-bisnis jika tidak berdasarkan perhitungan bisnis yang cukup besar. Bisnis kecil yang hanya memiliki beberapa partner usaha sangat rentan untuk merugi. Lain halnya dengan bisnis skala besar seperti perusahaan konstruksi yang memiliki banyak partner dan konsumen, dimana penggunaan e-bisnis dapat menekan biaya produksi secara signifikan

2. Bisnis proses

Membangun perangkat e-bisnis yang terintegrasi harus melalui proses yang dilakukan terus menerus dan konsisten.

3. Data yang dapat dipercaya

Pengelola data harus memasukkan data yang layak dipercaya kredibilitas.

4. Ada standardisasi

Karena e-bisnis akan langsung berhubungan dengan dunia luar, maka standardisasi bahasa, susunan data, maupun protokol dan prosedur yang menyangkut operasional e-bisnis harus dituangkan dalam bentuk sebuah standar operasional.

5. Manajemen data

Perusahaan harus menjamin pengelolaan data yang akurat karena data-data yang ada sangat penting untuk pengambilan keputusan yang akan berakibat pada kecepatan pengambilan keputusan dan daya saing perusahaan.

6. Penyesuaian data

Banyak informasi yang masuk hanya berupa informasi mentah yang harus diolah menjadi sebuah data yang dapat digunakan langsung, sehingga proses pengolahan data yang cepat dan akurat sangat diperlukan.

Namun demikian di dalam beberapa kasus, penerapan e-bisnis di usaha kecil menengah juga menunjukkan hasil yang bagus. Menurut Jiwei et all (2004), implementasi e-bisnis di usaha kecil menengah di Amerika menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil yang menguntungkan tersebut dapat diidentifikasi ada 6 butir yaitu :

1. Meningkatkan posisi tawar dan daya saing
2. Menarik pelanggan baru
3. Meningkatnya sharing knowledge management di internal
4. Pelayanan yang lebih efisien dan efektif
5. Penyaluran produksi yang lebih lancar
6. Rekrutment staff bisa secara online.

Jiwei et all (2004) juga membandingkan proses penerapan e-bisnis di perusahaan besar dan perusahaan kecil menengah (SME). Dia mengambil contoh perusahaan besarnya adalah Yahoo, yang memulai e-bisnis dengan menciptakan search engine sampai menjadi website komersial dalam waktu 5 tahun.

Untuk sample perusahaan kecilnya menengahnya Shi Jiwei meneliti 6 SMEs yang karyawannya bervariasi antara 4 sampai dengan 70 orang. Variasi bisnisnya mulai dari pembuatan website sederhana sampai yang canggih. Salah satu yang tersukses merupakan supplier utama dari sebuah jaringan supply chain multi national company hingga model e-bisnisnya pun rencananya akan diterapkan di jaringan supplier lainnya yang lebih kecil. Adapun faktor-faktor suksesnya adalah :
1. Penggunaan internet dan website yang dinamis yang didukung oleh database.
2. Disesuaikan dengan kebutuhan konsumen
3. Memposisikan konsumen sebagai partner bisnis
4. Partnership dengan supplier lain dan pihak ketiga lainnya.
5. Menawarkan produk dan layanan yang tepat, di saat yang tepat
6. Proses yang berkelanjutan dan konsisten untuk memperbaiki pelayanan terhadap konsumen
7. Integrated terhadap sistem di pihak konsumen
8. Sharing informasi secara internal dan eksternal di berbagai level posisi.

Belajar dari pengalaman membandingkan kedua kasus tersebut, maka dapat dihasilkan model yang tepat untuk implementasi e-bisnis yang sesuai, sebagai berikut :

4. Model Implementasi E-Bisnis
Dengan model seperti ini harus diterapkan di setiap tahapan manajemen jika digunakan untuk membantu pengusaha kecil menengah untuk membangun strategi e-bisnis, pengambilan keputusan implementasi, dan internal evaluasinya. Model ini mengkombinasikan 3 tools :
1. Decision Support Tools : Strategi jangka panjang dan semacam perangkat pengambilan keputusan “Go/No Go” .
2. Management Support Tools : Kemampuan manajemen dan knowledge
3. Operational Support Tools : Kegiatan yang melaksanakan proyek.

Yang harus diperhatikan dari model ini adalah data capture yang didapat dari 3 lini manajemen yaitu level strategis, manajemen, dan operasional. Data capture sangat kritikal untuk penentuan kesuksesan e-bisnis dalam jangka panjang. Model ini sangat tepat diterapkan di usaha kecil menengah yang seringkali kesulitannya adalah sharing informasi dan berkutat dengan masalah organisasi. Dengan model ini meletakkan dasar bagi pengembangan knowledge management dan sharing informasi yang mampu menembus halangan yang biasa terjadi terkait sharing informasi.

Jiwei et all dalam penelitiannya (2004) mengatakan sebagai kesimpulannya bahwa :

1. E-bisnis harus dilaksanakan secara terus menerus melalui bisnis proses yang kontinu dan terintegrasi antara people, process, information management dan teknologi.
2. E-bisnis merupakan pilihan yang flexible, adaptif, dan pragmatis untuk menghadapi tantangan daya saing.

Sekian Postingan dari kami, cukup sekian dan Matur Nuwun..

Dikutip dari :

http://wikipedia.com

http://google.com

No related posts.

Leave a Reply